Skip to main content

Lowongan translator bahasa Mandarin di PT IWIP di Weda bay

Lowongan kerja translator kali ini adalah untuk bahasa Mandarin di Weda bay PT IWIP. Adapun persyaratan lowongan kerja translator bahasa Mandarin ini adalah :

  1. Jenis kelamin : Laki-laki/Perempuan.
  2. Usia.                 : 18-45 Tahun
  3. Lancar berbahasa Mandarin/Indonesia
Lowongan terbuka mulai tanggal 27 Jan - 10 Feb 2024.

Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) merupakan Kawasan Industri terpadu untuk pengolahan logam berat yang berlokasi di Desa Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. PT IWIP ini berdiri pada 30 Agustus 2018.


Untuk lebih jelasnya lihat brosur lowongan kerja translator di atas, serta info lebih jelas dengan link website perekrutan PT IWIP.

Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Opini Keadilan Buruh dalam Hilirisasi

Kisruh buruh sering terjadi dimana mana. Bukan dari Sabang sampai Merauke namun secara Global sudah mengelilingi dunia kisruh perburuhan tersebut. Beranjak dari pengalaman dari seorang buruh yang ulet sebut Eko(samaran). Opini buruh tambang nikel, khususnya di wilayah seperti Morowali dan Maluku Utara, menunjukkan potret kontradiktif antara peluang ekonomi dan kondisi kerja yang berat. Meskipun hilirisasi nikel menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran, banyak buruh mengeluhkan sistem kerja dan perlindungan yang minim. Berkecimpung didunia perburuhan sebagai karyawan boleh dikatakan unik dan menyenangkan. Karena di samping sering di temukan tantangan ada juga sesi menetralisir kesenjangan.  Secara keseluruhan, opini buruh menuntut adanya keadilan dalam hilirisasi, di mana peningkatan nilai tambah harus berjalan beriringan dengan perlindungan hak-hak pekerja, jaminan sosial, dan keselamatan kerja yang lebih baik.  Berserikat (menjadi anggota serikat pekerja/buruh)...

Tambang Nikel di Indonesia: Antara Peluang dan Tantangan Masa Depan

  Indonesia saat ini berada di garis depan revolusi energi dunia. Bukan karena kita punya jutaan kendaraan listrik atau pabrik baterai canggih, tetapi karena kita punya nikel — salah satu komponen utama baterai kendaraan listrik. Tapi, seiring meningkatnya perhatian dunia pada tambang nikel di Indonesia, muncul pertanyaan besar: Apakah kita siap memaksimalkan potensinya tanpa mengabaikan dampaknya? Mengapa Nikel Itu Penting? Nikel bukan logam baru. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, perannya melonjak drastis karena dibutuhkan dalam produksi baterai lithium-ion, khususnya jenis NMC (Nickel-Manganese-Cobalt) yang digunakan pada mobil listrik seperti Tesla. Permintaan global terhadap nikel melonjak, dan Indonesia — sebagai produsen nikel terbesar dunia — langsung jadi sorotan. Indonesia, Raja Nikel Dunia Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia memegang kunci penting dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Data menunjukkan bahwa Indonesia menyumbang lebih dari 30% prod...

Dampak Tambang di Indonesia: Apa yang Perlu Kita Tahu?

  Kalau kamu pernah dengar soal mobil listrik atau baterai canggih, pasti nggak asing lagi dengan nama nikel. Logam ini jadi salah satu bahan utama untuk baterai lithium-ion—teknologi yang katanya akan menyelamatkan bumi dari emisi karbon. Tapi tunggu dulu, apakah nikel benar-benar “hijau”? Yuk, kita kulik bareng dampak tambang nikel di Indonesia! 1. Indonesia dan Nikel: Pemain Besar di Dunia Indonesia adalah penghasil nikel terbesar di dunia, terutama dari Sulawesi dan Maluku. Pemerintah bahkan melarang ekspor nikel mentah agar pengolahan dilakukan di dalam negeri—istilahnya “hilirisasi”. Tujuannya, supaya nilai ekonominya lebih tinggi dan membuka lapangan kerja lokal. Kedengarannya bagus, kan? Tapi kenyataannya, prosesnya nggak semulus itu. Tambang nikel punya dampak besar—dan seringkali diabaikan. 2. Dampak Lingkungan: Hijau di Luar, Abu-abu di Dalam Meski digunakan untuk produk “ramah lingkungan”, penambangan nikel justru merusak lingkungan. Contoh dampaknya: penggundulan hutan...