Kelelahan tubuh kita menyebabkan kita merasa sering was was serta mempengaruhi konsentrasi dan mengurangi daya ingat. Misalnya antara waktu tengah malam sampai jam 05.45 pagi, karena ini juga merupakan waktu paling berbahaya untuk mengemudi. Kemudian sebaliknya juga pada jam masuk pagi menyebabkan masa kantuk antara jam 1 siang hingga jam 4 sore.
Pekerja shift cenderung terus-menerus kurang tidur, seringkali tidur dua jam lebih sedikit per malam dari yang dibutuhkan. Sebenarnya tidur siang dapat membantu mengatasi hal ini, namun kerja shift dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan tidur menjadi lebih sedikit, dan akhirnya menjadi insomnia.
Ketika melakukan pergantian shift, idealnya karyawan seharusnya berganti secara bertahap atau memiliki waktu off (istirahat) yang cukup dan kemudian tetap pada shift tersebut. Sehingga tubuh dapat menyesuaikan diri dan sekali lagi dapat membentuk kebiasaan istirahat serta tidur yang baik. Perubahan yang berubah setiap hari itu pada dasarnya sangat buruk.
Pergantian shift jam kerja juga dapat menyebabkan terganggunya waktu makan. Karena kantuk juga dapat meningkatkan nafsu makan yang menyebabkan makan lebih banyak, dan pada akhirnya menambah berat badan. Selain itu, jenis makanan yang cenderung dipilih operator atau driver bukanlah jenis makanan yang bernutrisi baik. Namun sulit untuk makan salad sambil berjalan atau berlari, tapi mudah untuk di konsumsi atau dimakan, namun sayuranlah yang kita butuhkan. Ditambah lagi dengan dehidrasi parah akibat dari AC unit yang dapat menyebabkan sakit kepala, kurang konsentrasi, sakit maag, dan ada menyebabkan masalah pencernaan serius dalam jangka panjang. Seperti dehidrasi juga dapat menyebabkan batu ginjal dan infeksi kandung kemih.
Peningkatan berat badan memiliki permasalahan tersendiri seperti peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes, yang keduanya lebih sering terjadi pada pengemudi profesional.
Semoga dengan adanya artikel ini, agar kita semua sebagai operator atau driver dump truk propesional mampu mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya perubahan kondisi fisik yang mengakibatkan rentetan penyakit yang tidak di harapkan.

Comments