Langsung ke konten utama

Nickel Price Remains Strong

 1.Continuous decline in refined nickel stocks.

Due to the rapid development of new energy vehicles, the market is very optimistic about the application of high nickel ternary materials in the future. This has led to a sharp increase in demand for Ni sulfate, especially the high premium of Ni sulfate to metal, which has attracted the attention of the nickel industry giants. For example, BHP plans to produce Ni sulfate in Australia, and Norilsk has signed a partnership agreement with BASF to expand production of Ni sulfate.In domestic, Jinchuan Group also intends to reduce metal nickel production and increase Ni sulfate production. In addition, private enterprises such as Tianjin Maolian, Yantai Keshi and other private enterprises are also planning to stop producing metal nickel to produce nickel sulfate.

However, as most of the above-mentioned enterprises switch to production by smelting intermediate products for nickel sulfate production. Against the background of tight supply of intermediates due to the lack of new potential of nickel sulphide ore resources,there are also some enterprises that choose to use refined nickel stocks for sulfate production. In particular, stocks of nickel beans in LME stocks were down nearly 21000 tonnes from the end of January on Friday, of which 19000 tonnes were nickel beans. Moreover, the modification of import tariff on refined nickel in 2018 in China has also promoted the import demand of domestic enterprises, especially Australia and Madagascar, the major producers of nickel beans and enjoy a zero MFN tax rate. Imports from Australia surged in November 2017, reaching 10, 000 tonnes in December and 8519 tonnes in January, an increase of 930, 000 tons from a year earlier. With the gradual consumption of nickel beans in the future, the long-term accumulation pattern of nickel beans in the world will be changed.With the gradual consumption of nickel beans in the future, the long-term accumulation pattern of nickel beans in the world will be changed.


2.The substitution effect of Ni-Fe is prominent.

PT Sulawesi Mining Investment approved 6 million wet ton nickel export quota, the company is a joint venture between Ding Xin Group and Indonesia's eight Star Group. So far, Indonesia has approved a total of 34.39 million wet tons of nickel ore quotas, and there will still be new quota approvals in the future.Indonesia exported only 4.33 million wet tons last year, that means Indonesia's nickel exports are expected to exceed 30 million wet tons in.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini Keadilan Buruh dalam Hilirisasi

Kisruh buruh sering terjadi dimana mana. Bukan dari Sabang sampai Merauke namun secara Global sudah mengelilingi dunia kisruh perburuhan tersebut. Beranjak dari pengalaman dari seorang buruh yang ulet sebut Eko(samaran) . Opini buruh tambang nikel, khususnya di wilayah seperti Morowali dan Maluku Utara, menunjukkan potret kontradiktif antara peluang ekonomi dan kondisi kerja yang berat. Meskipun hilirisasi nikel menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran, banyak buruh mengeluhkan sistem kerja dan perlindungan yang minim. Berkecimpung didunia perburuhan sebagai karyawan boleh dikatakan unik dan menyenangkan. Karena di samping sering di temukan tantangan ada juga sesi menetralisir kesenjangan.  Secara keseluruhan, opini buruh menuntut adanya keadilan dalam hilirisasi, di mana peningkatan nilai tambah harus berjalan beriringan dengan perlindungan hak-hak pekerja, jaminan sosial, dan keselamatan kerja yang lebih baik.  Berserikat (menjadi anggota serikat pekerja/buruh...

Pioneer masa depan helm kuning karyawan PT IMIP Morowali

Menjadi panutan atau pioneer di perusahan helm kuning di Morowali Sulawesi Tengah adalah harapan tumpuan aspirasi dan keluh kesah karyawan helm kuning sebagai karyawan ujung tombak level menengah Hidup sederhana pandai bergaul dan kharismatik. Sebut saja Eko Yamanda karyawan PT IMIP Morowali dibawah bendera Tenant PT GCNS yang telah memperlihatkan kinerja positif sebagai karyawan berhelm biru. Beliau berdedikasi, loyalitas dan cerdas setiap menyelesaikan dan menangani masalah. Bolehlah di katakan karyawan Pioneer atau panutan di kalangan helm kuning. Iya juga menyelesaikan masalah di lapangan dengan solusi dan ide cerdasnya.  PT IMIP yang bergerak di sektor pertambangan nikel ini telah beroperasi di Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali tepatnya di Desa Fatufia. Menjadi Karyawan atau pengguna helm kuning di perusahaan raksasa seperti PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi harapan dari sebagian orang khususnya di provinsi Sulawesi Tengah.  Agar berlangsung kegi...

Serikat Buruh NIKEUBA dalam Kolaborasi dengan PT IMIP di Morowali

Masa emas organisasi sering mencatat history berfluktuasi. Namun tidak seperti salah satu organisasi elite Serikat pekerja yang solid ini. NIKEUBA...!!adalah Serikat buruh yang mencatut prestasi gemilang telah menunjukan perjalanan karier berkolaborasi dengan salah satu tambang Multinasional di Indonesia adalah PT IMIP di Morowali Sulawesi Tengah.  Momen spektakuler di tanggal 21-Sep-2026 NIKEUBA Morowali di undang langsung dari kantor pusat PT IMIP di Jakarta untuk silaturahmi serta bincang bincang progres berkelanjutan dan sumber daya kedepannya. "Kita ada undangan dari kantor pusat PT IMIP di Jakarta menjadi suatu input dan pembenahan kebersamaan kita dengan pihak pengusaha" pungkas ketua DPC NIKEUBA Morowali pak Suardi di sela-sela temu kader pada malam sebelum berangkat memenuhi undangan dari pihak perusahaan pemilik kawasan industri di Morowali. Di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Serikat buruh tidak hanya berfungsi sebagai wadah ...